Materi kelas XI: Bab 9. Kerja sama ekonomi Internasional

BAB 9.

KERJA SAMA EKONOMI INTERNASIONAL




A.    Pengertian Kerja sama ekonomi Internasional

Yaitu kerja sama yang dilakukan satu negara dengan negara lain atau dengan beberapa negara lain sekaligus.

B.     Bentuk-bentuk kerja sama ekonomi Internasional

1.      Kerja sama Ekonomi Bilateral, adalah kerja sama ekonomi yang terjadi antara dua negara

2.      Kerja sama ekonomi Regional, adalah bentuk kerja sama ekonomi antara beberapa negara yang terletak dalam suatu kawasan tertentu.

3.      Kerja sama ekonomi multilateral, adalah bentuk kerja sama antara dua negara atau lebih dan tidak dibatasi oleh wilayah tertentu, tetapi lebih bersif internasional.

4.      Kerja sama ekonomi antarregional, adalaha bentuk kerja sama antara dua negara atau lebih lembaga-lembaga ekonomi regional.

5.      Kerja sama ekonomi berdasarkan tujuan dan lapangan usaha, adalah kerja sama yang tidak terbatas pada wilayah dan hubungan internasional saja, tetapi juga ada kerja sama yang di bentuk atas dasar tujuan dan lapangan Usaha.

 

C.    Lembaga-lembaga Ekonomi Internasional

1.      ASEAN (Association of south east Asian nations), merupakan bentuk kerja sama regional antara negara-negara Asia Tenggara. Didiikan di Bangkok pada tanggal 8 agustus 1967. Jumlah anngota ASEAN 11 negara, yaitu Imdonesia, malaysia, singapura, Thailand, Filipina, Brunei Darussalam, Vietnam, Kamboja, laos, Myanmar, dan timor leste.

Tujuan berdirinya adalah:

a.       Menjaga perdamaian di kawasan asia tenggara

b.      Membangun kerjasama dalam bidan industri, perdagangan, dan pertanian.

c.       Memajukan pertumbuhan ekonomi, sosial, dan kebudayaan di kawasan asia tenggara.

d.      Mengembangkan ilmu pengetahuan antar negara,

e.       Saling memberi bantuan di bidang pendidikan, komunikasi, teknologi, dan kesehatan.

 

2.      APEC (Asia Pacific Economic Cooperation), dibentuk pada tahun 1989, merupakan bentuk kerja sama ekonomi regional antara negara-negara yang berada di kawsan Asia-pasifik.

3.      APO (Asian Productivity Organization), memiliki tujuan meningkatkan produktivitas di negara-negara Asia.

4.      Bank Dunia (World Bank), bertugas memajukan kerja sama internasional di bidang ekonomi, keuangan, dan perdagnagan.

5.      OPEC (Organization Of petroleum Exporting Countries), merupakan organisasi negara-negara pengekspor minyak.

6.      Dan masih banyak lainnya.


Comments