PERJALANAN

perjalanan ini di mulai awal masuk perguruan tinggi, dengan nazar ku kepada diri dan orang tua (ketika masuk perguruan tinggi negeri aku akan berhijrah), dan ternyata Allah memudahkan jalan ini, Saya diterima di salah satu perguruan tinggi negeri dengan jurusan sesuai dengan pilihan pertama, kketika memasuki masa kuliah ta'aruf saya belum mau untuk berhijrah, namun setelah kulta (kuliah ta'aruf) orang tua menagih nazar ku untuk menghijrahkan pakaianku, yang dulu nya megenakan jilbab yang ala kadarnya atau tipis dan tidak menutup dada, mengenakan baju juga masih ala kadarnya masih mengenakan celana jins dan sebagainya, dan akhirnya setelah saya mengikuti salah satu kegiatan di kampus saya memantapkan diri untuk berhijrah.
yang mana Allah Swt memerintahkan kita untuk menutup auratnya didalam Surat An-Nur:31 salah satunya mengenai jilbab untuk wanita “Katakanlah kepada wanita yang beriman: “Hendaklah mereka menahan pandangannya, dan kemaluannya, dan janganlah mereka menampakkan perhiasannya, kecuali yang (biasa) nampak dari padanya. Dan hendaklah mereka menutupkan kain kudung kedadanya, dan janganlah menampakkan perhiasannya kecuali kepada suami mereka, atau ayah mereka, atau ayah suami mereka, atau putera-putera mereka, atau putera-putera suami mereka, atau saudara-saudara laki-laki mereka, atau putera-putera saudara lelaki mereka, atau putera-putera saudara perempuan mereka, atau wanita-wanita islam, atau budak-budak yang mereka miliki, atau pelayan-pelayan laki-laki yang tidak mempunyai keinginan (terhadap wanita) atau anak-anak yang belum mengerti tentang aurat wanita…” (An-Nur:31).
dari ayat itu jugalah salah satu keyakinan saya untuk berhijrah, karena perintah itu langsung Allah swt turunkan lewat Al-Quran.
Bermula dari saya ikut kegiatan dikampus kemudian saya bertemu dengan salah seorang teman yang sudah berhijrah sejak SMA, maka saya lebih mantap lagi untuk berhijrah meskipun dalam hati belum 100% berhijrah, namun lambat tahun saya terus mengikuti arus dan terus memperbaiki pakaian ini meskipun perilaku diri ini belum mengikuti.
setelah mengikuti kegiatan kampus tersebut saya setiap pekannya bertemu dengan teman satu kelompok yang dibagikan ketika mengikuti kegiatan tersebut, kegiatan tersebut bernama pelatihan kader Da"i yang diadakan lembaga dakwah kampus atau biasa disebut dikampus UKM BAPINDA.

setiap pekannya saya bertemu dengan teman-teman satu kelompok atau biasa disebut teman satu lingkaran atau bisa disebut juga Halaqah, setiap pekan selalu saya dipertemukan dengan mereka terutama tutornya yang tidak pernah lelah untuk terus menginggatkan setiap pekan meskipun teman satu halaqah ada yang tidak bisa datang.
Disini, dilingkaran kecil ini saya terus belajar berproses dari mulai hijrah, belajar public speaking, belajar mengaji, belajar mencari wawasan dan sebagainya.
di lingkaran ini aku mulai memiliki banyak teman dan merubah pribadiku, di lingkaran ini juga awal diri ini mulai belajar arti dari kehidupan ini.
alhamdulillah hijrahku ini tidak ada tantangan maupun halangan apapun, meskipun ketika saya berkumpul dengan beberapa teman lama ada yang sedikit berbeda dengan ku dan sikap ku, sikap yang mulai menjaga dengan lawan jenis dan pakaianku yang sudah tidak lagi seperti dulu, namun alhamdulillah mereka mengerti.

Comments